Langsung ke konten utama

Day 4 - Place i want to visit

Keinginan dan Kenyataan-
"Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini." (Ali bin Abi Thalib).

Ada orang yang punya uang, waktu, dan kesempatan tapi tak punya keinginan. Ada orang yang punya uang dan keinginan tapi tak punya waktu dan kesempatan. Ada orang yang punya waktu, kesempatan, dan keinginan tapi tak punya uang. Dan banyak tapi lainnya.

Kita tau, bahwa untuk untuk meraih sesuatu, mendapatkan sesuatu, menuju sesuatu kita butuh semua aspek untuk merubah keinginan menjadi kenyataan. Tanpa salah satu aspek saja yang tidak sejalan, cukup untuk merobohkan mimpi yang kau idamkan bahkan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Hal yang membedakan keinginan dan kenyataan itu hanya satu, yaitu kejadian. Keinginan adalah sesuatu yang belum terjadi, sedangkan kenyataan adalah sesuatu yang sudah terjadi didunia nyata walau keduanya sama-sama pernah terjadi didalam angan.

Untuk merubah keinginan menjadi kenyataan memang butuh waktu, tapi cepat lambatnya tergantung dari aksi nyata kita dalam mewujudkan keinginan tersebut. Kau boleh saja mengatasnamakan takdir atas keterlambatan terwujudnya inginmu, tapi boleh jadi usahamu saja yang belum cukup waktu itu untuk menyatakan keinginanmu.

Dalam sebuah perjalanan, semua orang memiliki pandangan mereka sendiri untuk menentukan kebahagiaan mereka dalam sebuah perjalanan. Entah itu dari seberapa jauh tujuannya, seberapa indah lokasinya, seberapa sulit mencapainya, atau siapa yang menemani perjalanannya. Tak ada yang salah, barangkali hanya pandangan letak kebahagiaan dalam perjalanan kalian saja yang berbeda, tapi inti dari kebahagiaannya itu adalah sama.

So, what place i want to visit?
Yaitu suatu tempat dimana aku bisa mengimprove versi terbaik dari diriku :)

Sc. doc pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Juli dan merelakan

"Katanya Vibes nya Juli, wanita-wanita tulus akhirnya mundur dan pergi ya" -anonim Sebuah video menghentikan tanganku melanjutkan pertualangan di beranda tiktok malam itu.  Mulutku tersimpul diikuti mata yang menyipit, tak sadar membiarkan video tersebut berulang entah untuk kali yang keberapa. "Trend tiktok memang ada-ada saja ya" fikir dalam benakku. Disaat yang bersamaan, butiran-butiran air mata tak terasa telah bersua dengan ujung simpul senyum yang tetap merekah tatkala tangan menyambut untuk memisahkan. Aku tertawa lirih, bagaimana mungkin sebuah video ini bisa mengacaukan penjara air mata yang kututup rapat beberapa waktu ini. Kepalaku menengadah kelangit diikuti tangan yang berusaha mengeringkan pipi yang  masih kuyub.  Fikiranku kembali ke berapa jam lalu, saat aku terbata-bata menyampaikan kesimpulan dari fikiran yang terus berkelumit beberapa hari lalu.  Sederhana saja, perpisahan kali ini terasa lebih menenangkan daripada waktu lalu.  Tak ada isak t...