Langsung ke konten utama

DAY 1 : Describe your personality

My Personality -INTJ 6W1
    
    Berbicara tentang kepribadian mungkin lebih mudah menjelaskannya dengan melabelkan kepribadian berdasarkan hasil tes seperti MBTI (Myers Birggs Type Indicator) atau tes Enneagram (Enneagram test) yaitu semacam tes yang terdiri dari beberapa soal untuk mengelompokkan manusia menjadi beberapa kelompok kepribadian. 

    Akan tetapi, tak ada yang benar-benar serupa. Orang yang memilki kepribadian yang sama dari hasil tes pasti memiliki perbedaan dengan yang lainnya, hal inilah yang membuat manusia itu unik. "Sepandai apapun kau meniru orang lain baik itu penampilan maupun kepribadian tidak menjadikanmu lebih baik dari orang yang kau tiru, justru sebaliknya membuatmu terlihat palsu".

Sc : Pinterest

    Menganalisis adalah keahlian saya, mungkin beberapa orang menyebutnya overthinking tapi saya menyebutnya menganalisis untuk mencari kebenaran. bahkan sebelum pembicaraan berakhir otak sudah dengan sendirinya mengunci kesimpulan. saya suka menebak perasaan orang lain, menebak fikiran, dan mencium kesombongan. hal itulah terkadang membuat rasa ingin tau saya tak terbendung dan ujungnya harus dilampiaskan kepada orang yang bersangkutan hehe. Pernah suatu ketika saya kesal dengan seseorang karena hal yang telah dilakukannya, dia menjelaskan panjang lebar, tapi percuma karena saya sudah membuat kesimpulan, saya sadar bahwa terkadang kita bertanya bukan karena ingin mencari tau, tapi menguatkan argumen, sejujur apapun dia, jika kita sudah berfikir dia berbohong, kita akan menganggap dia berbohong. Terkadang susah untuk mengubah kesimpulan yang sudah tertanam, butuh contoh dan perlakuan yang realistis dan tak biasa. 

Sc : Pinterest

Saya menyebut diri saya keras kepala. Ya, keras kepala. Terasa sangat menyebalkan ketika berbicara dengan orang yang tidak satu pemikiran. pengen bantah dengan menjelaskan panjang lebar tapi malas karena ujungnya percuma buang-buang waktu dan tenaga:)

    Tapi yang saya yakini, tak ada yang salah dengan bersikap keras kepala. Kadang kita perlu untuk lebih keras kepala kepada diri sendiri agar tak kalah dikala dunia keras kepada kita. Didunia yang semakin panas ini membuatku berfikir bahwa tak akan selesai jika api terus bertemu dengan api. Tak akan selesai jika bacot bertemu dengan bacot. Bukankah menenangkan dikala api berteman dengan air walau akhirnya mereka sama-sama hilang?

    Izinkan aku memberimu rahasia agar hatimu baik-baik saja dikala dunia sedang tak memanjakanmu. Dikala mimpimu yang kau usahakan sungguh-sungguh tetap melambung tak tergapai, justru gagal berkali-kali yang kau petik. Siapa peduli? Kau tau? Mungkin pada awalnya mereka asik mengejekmu, asik meremehkanmu, tapi akan ada saatnya mereka lelah, dan kau! Jangan membuatmu tambah lelah dengan peduli pada omongan mereka. Semua kan berlalu, semua kan dilupakan, hidupkan terus mengalir dan kan kau dapatkan sukses yang kau mau. lalu jika kita tau kita akan sukses walau banyak yg meremehkan, Apakah kita perlu untuk peduli , sedih dan marah saat mereka merendahkan kita dikala jatuh? Tidak. Bukankah ketika fokus pada tujuan kita tak peduli pada kerikil yang menghadang? Kau tau apa kesimpulannya? Ya, BODO AMAT. Itulah rahasia yang ingin kuberikan kepadamu. Bukankah menyenangkan ketika orang asik meremehkan kita tapi kita  malah biasa saja? Kau tau seberapa rasa kesal si pengumpat ketika melihat orang yang diumpatkan bahagia? Sangat menyenangkan melihat ini didunia nyata:)
Lagi pula kita perlu keras kepala dan bodo amat untuk mencapai mimpi kita:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Juli dan merelakan

"Katanya Vibes nya Juli, wanita-wanita tulus akhirnya mundur dan pergi ya" -anonim Sebuah video menghentikan tanganku melanjutkan pertualangan di beranda tiktok malam itu.  Mulutku tersimpul diikuti mata yang menyipit, tak sadar membiarkan video tersebut berulang entah untuk kali yang keberapa. "Trend tiktok memang ada-ada saja ya" fikir dalam benakku. Disaat yang bersamaan, butiran-butiran air mata tak terasa telah bersua dengan ujung simpul senyum yang tetap merekah tatkala tangan menyambut untuk memisahkan. Aku tertawa lirih, bagaimana mungkin sebuah video ini bisa mengacaukan penjara air mata yang kututup rapat beberapa waktu ini. Kepalaku menengadah kelangit diikuti tangan yang berusaha mengeringkan pipi yang  masih kuyub.  Fikiranku kembali ke berapa jam lalu, saat aku terbata-bata menyampaikan kesimpulan dari fikiran yang terus berkelumit beberapa hari lalu.  Sederhana saja, perpisahan kali ini terasa lebih menenangkan daripada waktu lalu.  Tak ada isak t...