Langsung ke konten utama

Day 3 - A Memory

 Kenangan - 

Begitu banyak kejadian-kejadian yang telah dilalui selama terjun kedunia ini. Kejadian tersebut disimpan di otak sebagai kenangan, yaitu kejadian yang telah terjadi pada waktu lampau yang dimana tak bisa diulang kembali.



Kejadian-kejadian pahit bin manis memaksa kamu untuk tetap kuat, sabar, dan harus mengikuti hingga akhir.

Kenangan kadang bisa membuat seseorang bahagia dengan mengenangnya, ntah karena dia bersyukur hidup lebih baik karena masalalu, atau karena masalalu lebih indah daripada masa kini yang dihadapinya. 

Ada yang sukses dengan kenangan yang mengikutinya, ada pula yang tak bisa bergerak karena terkurung didalamnya.

Semuanya tergantung dari bagaimana hubungan kita dengan kenangan itu sendiri, apakah berteman dengan menerima semua pahit, asam, manisnya. Atau malah enggan untuk sekedar bercengkerama, sehingga membuat sesak dikala dia mampir menegur sapa.

Aku tak peduli dengan masa lalu mu, tapi aku ingin kamu mengatakan ini kepada kamu dimasa lalu, "Terima kasih banyak untuk aku yang sudah berjuang sekuat itu dimasa lalu, kejadian-kejadian pahit itu bukan sepenuhnya salahmu, itu hanya pelajaran untuk kita agar menjadi lebih baik di masa ini, aku bangga padamu telah berjuang sekuat ini. Dan aku akan jauh membuat bangga aku dimasa depan".

Bahagia dan syukur tercipta ketika kita mampu berteman dengan masa lalu untuk merajut esok yang lebih cerah. 

Tak apa-apa pernah patah, tak ada yang salah dengan gagal, dan salah arah, dengan syarat kau harus kembali terarah dan pantang menyerah untuk esok yang lebih indah.

Untuk aku dimasa lalu, terima kasih telah berjuang sekuat ini, berkatmu aku bisa menjadi sekarang, aku bisa baik-baik saja walau berkali-kali dipatah, aku tetap bisa tersenyum dikala banyak orang mengolok, aku bisa tetap bermimpi walau semua orang tak percaya.

Untuk aku dimasa lalu, ayo sama-sama berjuang untuk kita dimasa depan :)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Juli dan merelakan

"Katanya Vibes nya Juli, wanita-wanita tulus akhirnya mundur dan pergi ya" -anonim Sebuah video menghentikan tanganku melanjutkan pertualangan di beranda tiktok malam itu.  Mulutku tersimpul diikuti mata yang menyipit, tak sadar membiarkan video tersebut berulang entah untuk kali yang keberapa. "Trend tiktok memang ada-ada saja ya" fikir dalam benakku. Disaat yang bersamaan, butiran-butiran air mata tak terasa telah bersua dengan ujung simpul senyum yang tetap merekah tatkala tangan menyambut untuk memisahkan. Aku tertawa lirih, bagaimana mungkin sebuah video ini bisa mengacaukan penjara air mata yang kututup rapat beberapa waktu ini. Kepalaku menengadah kelangit diikuti tangan yang berusaha mengeringkan pipi yang  masih kuyub.  Fikiranku kembali ke berapa jam lalu, saat aku terbata-bata menyampaikan kesimpulan dari fikiran yang terus berkelumit beberapa hari lalu.  Sederhana saja, perpisahan kali ini terasa lebih menenangkan daripada waktu lalu.  Tak ada isak t...