Langsung ke konten utama

Day 2- Things that make you happy

 Bahagia - 

Sebenarnya apasih yang membuat diri kita bahagia? Apakah melakukan semua hal yang kita inginkan? Meraih semua hal yang kita impikan? Atau ketika harapan kita sesuai dengan kenyataan?



Coba kita fikirkan lebih dalam, apakah itu yang namanya bahagia? Atau hanya kepuasan diri semata?

"Bahagia adalah suasana hati kita ketika hal baik terjadi (fikiran)". (versi penulis ya). 

Jadi, perasaan bahagia muncul ketika otak berfikir bahwa hal baik terjadi. Jadi kesimpulannya adalah bahagia itu bisa kita ciptakan dengan selalu berfikir positif. Bahagia bukan hanya ketika kita sedang berada di atas, tapi juga bisa terjadi ketika kita dibawah, lebih tepatnya ketenangan hati dengan sabar.

Ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan, kita harus meluaskan kesabaran melebihi pahitnya kenyataan, maka kan kau dapatkan ketentraman yang akan membuat hatimu bahagia dan baik-baik saja. Majukan pandangan jauh kedepan, yakinlah bahwa setelah kesulitan ada kemudahan, yakinlah bahwa setelah pencapaian yang gagal akan tumbuh pencapaian-pencapaian berikutnya yang bahkan tak pernah kau fikirkan sebelumnya.

Yakinlah rencana Allah itu pasti. 

"Sadarkah kalian bahwa berbagi kebahagiaan adalah kebahagiaan?" 

So, what Things that make me happy?

Membuat diri saya bahagia:)




-mohon maaf apabila tidak sesuai dengan pembaca, karena Tulisan murni pendapat penulis:)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Juli dan merelakan

"Katanya Vibes nya Juli, wanita-wanita tulus akhirnya mundur dan pergi ya" -anonim Sebuah video menghentikan tanganku melanjutkan pertualangan di beranda tiktok malam itu.  Mulutku tersimpul diikuti mata yang menyipit, tak sadar membiarkan video tersebut berulang entah untuk kali yang keberapa. "Trend tiktok memang ada-ada saja ya" fikir dalam benakku. Disaat yang bersamaan, butiran-butiran air mata tak terasa telah bersua dengan ujung simpul senyum yang tetap merekah tatkala tangan menyambut untuk memisahkan. Aku tertawa lirih, bagaimana mungkin sebuah video ini bisa mengacaukan penjara air mata yang kututup rapat beberapa waktu ini. Kepalaku menengadah kelangit diikuti tangan yang berusaha mengeringkan pipi yang  masih kuyub.  Fikiranku kembali ke berapa jam lalu, saat aku terbata-bata menyampaikan kesimpulan dari fikiran yang terus berkelumit beberapa hari lalu.  Sederhana saja, perpisahan kali ini terasa lebih menenangkan daripada waktu lalu.  Tak ada isak t...