Langsung ke konten utama

Day 5 - My Parents

 Keluarga -

Keluarga adalah rumah. Hangat, menenangkan, dan tempat untuk mengusir rindu yang lama berlabuh.

Sejauh apapun melangkah, pasti rerselip rindu pada tempat dimana kita belajar melangkah. Sejauh apapun berkelana mengejar mimpi, pasti terselip rindu pada tempat dimana kita baru bermimpi. 

"Pergi karena kerja, pulang karena rindu".

Barangkali benar, sejauh apapun kaki melangkah, rumah adalah tempat ternyaman untuk kembali. 

"Tempatmu kembali adalah dimana seseorang merindukanmu" - Uzumaki Naruto

Barangkali benar, rumah bukanlah tumpukan batu bata, tapi suasana kekeluargaan didalamnya. 

Orang tua adalah mereka yang mendidik dengan kasih, membesarkan dengan sayang, menjaga dengan cinta. Ketika kita kecil kita sering mengeluh ketika orang tua kita begitu cerewet atas apapun yang kita lakukan, tapi perlahan ketika usia tak lagi bercanda, menyadarkan kita bahwa hal itu adalah bukti sayang mereka kepada kita. 

Teruntuk kalian yang belum merasakan kehangatan keluarga, merantaulah, pergilah sejauh yang kau bisa hingga kau sadar, bahwa kau merindukan kehangatan yang selama ini kau dapatkan dikala bersama mereka. Bahkan secerewet apapun ibumu, sekeras apapun ayahmu, semuanya kan kau rindukan. 

Aku bersyukur sekali dilahirkan di keluarga ini, karena mereka ayah dan ibu, yang selalu mendorongku untuk mengejar impianku, tak mengekang kepada hal yang tak bisa kuraih, yang selalu men support langkah yang kuambil. Terima kasih banyak:) 

"Aku bersyukur sekali dilahirkan dikeluarga ini... "

Temukan jawabanmu sendiri. Buat hatimu luluh mencintai mereka setiap hari.

Mak bak, ayah bunda, bapak ibu, mom and dad, dan lainnya. Apapun namanya didunia, kalian adalah orang tua yang hebat, didiklah kami anak-anakmu agar menjadi orang tua yang baik seperti kalian, bahkan lebih baik lagi :)

Salam hangat. 

-Anakmu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Juli dan merelakan

"Katanya Vibes nya Juli, wanita-wanita tulus akhirnya mundur dan pergi ya" -anonim Sebuah video menghentikan tanganku melanjutkan pertualangan di beranda tiktok malam itu.  Mulutku tersimpul diikuti mata yang menyipit, tak sadar membiarkan video tersebut berulang entah untuk kali yang keberapa. "Trend tiktok memang ada-ada saja ya" fikir dalam benakku. Disaat yang bersamaan, butiran-butiran air mata tak terasa telah bersua dengan ujung simpul senyum yang tetap merekah tatkala tangan menyambut untuk memisahkan. Aku tertawa lirih, bagaimana mungkin sebuah video ini bisa mengacaukan penjara air mata yang kututup rapat beberapa waktu ini. Kepalaku menengadah kelangit diikuti tangan yang berusaha mengeringkan pipi yang  masih kuyub.  Fikiranku kembali ke berapa jam lalu, saat aku terbata-bata menyampaikan kesimpulan dari fikiran yang terus berkelumit beberapa hari lalu.  Sederhana saja, perpisahan kali ini terasa lebih menenangkan daripada waktu lalu.  Tak ada isak t...